Written By: Rida Nurfitri Annisa
Jakarta, Rida Newsroom - Tak sedikit orang mengabaikan keberadaan benjolan kecil di leher, menganggapnya hanya pembengkakan kelenjar biasa atau efek kelelahan. Padahal, benjolan tiroid bisa menjadi sinyal awal kanker yang mematikan—dan sering tidak bergejala.
Kanker Tiroid: Pembunuh Senyap yang Jarang Disadari
Kanker tiroid adalah jenis kanker yang menyerang kelenjar tiroid di leher bagian depan. Menurut data dari Globocan 2022, Indonesia mencatat lebih dari 13.000 kasus kanker tiroid setiap tahun, dan sebagian besar baru terdeteksi saat sudah membesar atau menyebar ke organ lain.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa deteksi dini sangat penting karena kanker tiroid pada tahap awal cenderung tidak menimbulkan rasa sakit. Justru karena tidak nyeri dan tidak mengganggu aktivitas, banyak pasien menunda pemeriksaan.
“Jika masyarakat menemukan benjolan di leher yang tidak kunjung hilang lebih dari 2 minggu, segera periksakan ke fasilitas kesehatan,” – Kementerian Kesehatan RI
Ciri-Ciri Benjolan yang Harus Diwaspadai
Tidak semua benjolan di leher adalah kanker. Namun, jika Anda mengalami beberapa gejala berikut, perlu waspada:
-
Benjolan di leher bagian depan (area tiroid)
Tidak nyeri, tapi tidak menghilang
-
Suara serak tanpa sebab jelas
-
Sulit menelan atau bernapas
-
Pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher
Benjolan jinak biasanya lunak dan bisa berpindah saat ditekan, sementara benjolan kanker tiroid cenderung keras, menetap, dan terus membesar.
Siapa yang Paling Rentan?
Beberapa faktor risiko kanker tiroid meliputi:
-
Perempuan usia 30–50 tahun (kasus lebih tinggi dari pria)
Riwayat keluarga dengan gangguan tiroid
-
Paparan radiasi di daerah kepala dan leher
-
Gangguan hormon tiroid sebelumnya
-
Pola makan rendah yodium
Kanker ini juga banyak menyerang perempuan muda yang tidak menyadari perubahan di lehernya karena tertutup jilbab atau rambut panjang, sehingga jarang disentuh atau diamati.
Bisa Sembuh Jika Dikenali Dini
Kabar baiknya, kanker tiroid adalah salah satu kanker yang paling bisa disembuhkan, terutama jika dideteksi sejak dini. Pemeriksaan seperti USG leher, biopsi jarum halus (FNAB), dan tes darah tiroid bisa membantu menegakkan diagnosis.
Jangan Takut, Tapi Jangan Abaikan
Deteksi dini adalah kunci utama. Jangan anggap sepele benjolan kecil, terlebih jika muncul tanpa sebab. Cermati setiap perubahan pada leher, termasuk bentuk, suara, dan fungsi menelan. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang sembuh.

Ini sama gak ya sama gondokan???
BalasHapusEh beda yaa
BalasHapusAtau sama?
BalasHapusSangaatt bermanfaat sekali
BalasHapusIni real banget.
BalasHapusedukatif
BalasHapusterima kasih infonya bikin jadi aware sama kesehatan
BalasHapuskeren banget infonya sangat informatif supaya benjolan di leher tidak disepelekan
BalasHapusSangat terbantu dengan informasi nyaaa👍🏽👍🏽
BalasHapusArtikelnya bermanfaatt makasihh min
BalasHapusKeren
BalasHapuskalo jakun termasuk bahaya kanker tiroid gak?
BalasHapusDuh aku suka micin. Bahaya gak ya
BalasHapusTerima kasih infonya kak, jadi mulai tidak membiasakan hal-hal kecil yang dirasa aneh dalam tubuh 🙏🏻
BalasHapusgokil, mantep ka informasi nya jadinya saya tau mana yang ga baik untuk jadi kebiasaan sehari hari
BalasHapuswah makasih prof nambah pengetahuan saya
BalasHapusMantapp informasi yang top
BalasHapusedukatif sekali jooss
BalasHapusjadi takut
BalasHapusmakasi info nyaa
BalasHapusTerima kasih infonya, kakak
BalasHapusBismillah utk keperluan UAS. Moga dilancarin nak
BalasHapusAku sbg judges. Yes
BalasHapusinformasi nya oke banget, bikin nambah wawasan👍
BalasHapuswaah ngerii yaa,thankyouu banget buat informasinyaaa
BalasHapusinformasi sangat bermanfaat sekali
BalasHapusngeri juga yaa, baik akan saya share ke grup keluarga
BalasHapus