Written By: Rida Nurfitri Annisa
Jakarta, RIDA Newsroom - Di era teknologi modern, jam pintar (smartwatch) dan perangkat pelacak kesehatan lainnya makin banyak digunakan untuk memantau detak jantung, pola tidur, langkah kaki, bahkan kadar oksigen dalam darah. Namun, siapa sangka, alat yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan ini justru bisa menjadi pemicu gangguan kecemasan?
Fenomena ini dikenal dengan istilah “Health Anxiety” atau Orthosomnia, di mana pengguna merasa cemas berlebihan terhadap data yang ditampilkan oleh perangkat mereka.
Ketika Pemantauan Menjadi Obsesi
Banyak orang kini merasa terdorong untuk terus-menerus memeriksa denyut jantung mereka, jumlah langkah harian, hingga kualitas tidur berdasarkan algoritma. Meski awalnya bertujuan menjaga kesehatan, kecenderungan memantau secara obsesif ini dapat menimbulkan stres, gangguan tidur, dan bahkan serangan panik.
“Perangkat ini bisa memicu rasa ketidakpuasan dan rasa bersalah ketika target harian tidak tercapai, sehingga muncul kecemasan yang tidak sehat terhadap kondisi tubuh.” -Menurut psikolog klinis dari American Psychological Association (APA)
Studi: Semakin Banyak Dipantau, Semakin Takut Sakit
Sebuah studi dari University of California menyebutkan bahwa lebih dari 30% pengguna smartwatch merasa cemas berlebihan terhadap kesehatan mereka setelah menggunakan perangkat selama 6 bulan atau lebih. Bahkan, sebagian mulai mengalami gejala psikosomatis, seperti merasa jantung berdebar hanya karena notifikasi "detak jantung tinggi" muncul—padahal secara medis mereka sehat.
Gangguan Mental Baru: “Fitbit Guilt” dan “Sleep Anxiety”
Beberapa istilah baru kini bermunculan, seperti:
Fitbit Guilt: Perasaan bersalah karena tidak mencapai target langkah harian.
-
Sleep Anxiety: Kecemasan terhadap data tidur yang menunjukkan "tidur tidak nyenyak", padahal secara subyektif merasa cukup istirahat.
-
Wearable-Induced Anxiety: Ketergantungan pada alat hingga merasa gelisah saat tidak mengenakannya.
Hal ini menunjukkan bahwa teknologi yang seharusnya membantu justru bisa memperburuk kondisi mental apabila tidak digunakan dengan bijak.
Bagaimana Menghindari Kecemasan dari Smartwatch?
Agar tidak terjebak dalam kecemasan yang merugikan kesehatan mental, beberapa tips berikut bisa dilakukan:
-
Gunakan sebagai alat bantu, bukan penentu
Jadikan smartwatch sebagai referensi, bukan patokan mutlak atas kondisi tubuhmu. -
Batasi notifikasi dan pemantauan
Nonaktifkan fitur notifikasi yang tidak perlu, terutama di malam hari agar tidak mengganggu istirahat. -
Konsultasikan dengan tenaga medis, bukan hanya aplikasi
Data digital tidak menggantikan diagnosis medis. Selalu periksa ke dokter jika merasa tidak nyaman. -
Sadari batas antara peduli dan obsesif
Perhatikan apakah kamu mulai merasa cemas, bersalah, atau takut terhadap data yang muncul.
Teknologi Harus Memberdayakan, Bukan Menakut-nakuti
Smartwatch dan alat pelacak kesehatan memang memberi banyak manfaat, tapi penggunaannya harus disertai pemahaman dan kesadaran psikologis. Jika tidak, alat ini bisa menjadi bumerang bagi kesehatan mentalmu.
“Bukan jamnya yang salah, tapi bagaimana kita memaknai data yang ditampilkannya.”
— Psikolog Klinis, Kemenkes RI


Kak, aku juga pake smartwatch. Thank you for the education content.
BalasHapusBermanfaat sekali. Thankyouuu👍
BalasHapusWawwwww. Aku buat strava LG... Btw salfok sama pendaftaran sumberwaras.. keren!
BalasHapusDAFTAR DI SUMBERWARAS YA!!!!!!!
Hapuswaww thankyouuu infonya yaa,,yang tadinya gatau jadi tauu kerenkerenn😃
Hapuswah makasih infonya, bermanfaat banget😇
BalasHapusMakasih informasinya bermanfaat sekali
BalasHapusmantap sekali infonya kak terima kasih
BalasHapuskeren banget kak infromasinya, sangat mengedukasi
BalasHapusinfonya bermanfaat bgtt terimakasih
BalasHapusWii krennsii bermanfaat bnget
BalasHapussekarang jadi tau gimana caranya menghindari kecemasan dari smartwatch. Terimakasih informasi nya kak
BalasHapusMenginspirasi keren
BalasHapusTim buat
BalasHapusTim buat ngitungin langkah
BalasHapusPandangan yang luar biasa, terima kasih sudah memberikan edukasi yang menarik 🙏🏻
BalasHapuswah saya baru tau, makasih infonya kiw
BalasHapussuper helpful, thank you for sharing!
BalasHapuskeren bgt kak, sangat bermanfaat sekali
BalasHapusU GO QUEEN
BalasHapusKeren bangett kak, sangat bermanfaat sekali
BalasHapusbagus
BalasHapusbaguss eyy
BalasHapusUntung aku cuma fomo buat lari lari kecil. Untuk lihat hari ini aku sudah berapa ribu langkah
BalasHapusBagus banget artikelnya kak
BalasHapusWhen ya bisa nulis kayak gini
BalasHapusGood
BalasHapusAnakku, publish artikel. Berkah nak
BalasHapuskeren banget dut, siapa yang ngajarin bikin artikel gini???
BalasHapusinformatif
BalasHapusBetul, pakai nya juga harus bener. Supaya gak Parno-an
BalasHapus💕💕💕
BalasHapuskeren banget informasi nyaaa mantabb
BalasHapusinformasinya sangat bermanfaat
BalasHapussangat bermanfaat!!!!
BalasHapus